Penanganan Pasca Panen Bawang Putih Dengan Waring Sayur


Hallo sahabat, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Penanganan Pasca Panen Bawang Putih Dengan Waring Sayur, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel daftar harga waring ikan, Artikel harga waring hitam, Artikel harga waring ikan lele, Artikel harga waring kali item, Artikel harga waring pagar per meter, Artikel harga waring pagar tanaman, Artikel harga waring per meter, Artikel harga waring tanaman, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Bawang putih yaitu nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Bawang putih mempunyai sejarah penggunaan oleh manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di daerah Asia Tengah, dan sudah lama telah menjadi bahan makanan di daerah sekitar Laut Tengah, dan bumbu umum di benua Asia, Afrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, bawang putih dipakai baik untuk campuran masakan atau untuk pengobatan.

Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan negara Indonesia. Oleh sebab itu banyak petani yang membudidayakan bawang putih sebab permintaan pasar yang terus naik. Jika anda ingin usaha bawang putih, maka kami akan menjelaskan tahapan membudidayakan tanaman bawang putih di bawah ini.

Membuat lubang tanam

Pembuatan lubang tanam dapat dilakukan dengan tugal atau alat lain. Dengan kedalaman lubang untuk penanaman bawang putih 3 sampai 4 cm . Setelah itu lubang tanaman bawang putih terbentuk, umbi bibit bawang putih siap ditanam.

Pembibitan

Kualitas bibit merupakan faktor utama penentu hasil tanaman. Tanaman yang dipakai untuk bibit harus cukup tua. Yaitu berkisar antara 70 sampai 80 hari setelah proses penanaman. Bibit kualitas baik umumnya berukuran sedang, sehat, keras, dan permukaan kulit luarnya licin atau mengkilap.

Penanaman

Sehari sebelum anda tanam sebaiknya bibit bawang putih yang masih berupa umbi dipipil atau  dipecah satu per satu sehingga menjadi beberapa siung. Selanjutnya masukkan ke dalam lubang tanam di atas bedengan. Kemudia jangan lupa untuk melubangi tanam jangan dibuat terlalu dalam supaya bibit tak terbenam seluruhnya. Setiap lubangnya ditanam satu bibit dan diusahakan supaya 2/3 bagian yang terbenam ke dalam tanah dengan posisi tegak lurus. Posisi siung bawang putih jangan sampai terbalik, sebab walau masih bisa rumbuh, akan tetapi membuat pertumbuhannya tidak sempurna.

Pembubunan

Dalam penanaman bawang putih anda perlu melakukan pembubunan. Pembubunan terutama dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor saat diairi. Pembubunan baiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam sehingga drainasenya menjadi normal kembali. Pembubunan mempunyai fungsi
memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman bisa berdiri kuat dan ukuran umbi bawang putih yang dihasilkan bisa lebih besar - besar.

Pemanenan

Proses pemanenan bawang putih haruslah mencapai cukup umur. Tergantung varietas dan daerahnya, umur panen yang dijadikan pedoman adalah antara 90 sampai 120 hari. Ciri - ciri bawang putih yang siap untuk panen adalah sekitar 50% daun telah menguning atau kering dan tangkai batang keras. Cara memanenya dapat dilakukan dengan pencabutan langsung terutama saat tanah ringan dan pencukilan dikerjakan pada tanah - tanah yang bertekstur berat. Hasil tanaman bawang putih diikat sebanyak 30 tangkai pada setiap ikat dan dijemur selama 1 sampai 2 minggu.

Pengumpulan

Setelah pemanenan dilakukan pengumpulan dengan cara mengikat batang semu bawang putih menjadi ikatan - ikatan yang kecil dan ditaruh di atas anyaman daun kelapa sambil dikeringkan untuk menjaga dari kerusakan dan mutunya masih tetap terjaga dengan baik.

Pengemasan

Proses pengemasan bawang putih bisa menggunakan waring sayur sebab waring sayur ini mempunyai rongga - rongga yang membuat hasil bumi kita masih bisa berinteraksi dengan udara sehingga kualitasnya tetap terjaga dan segar saat dibawah ke pemasaran dan juga memudahkan saat diangkut ke kendaraan.

Demikianlah Artikel Penanganan Pasca Panen Bawang Putih Dengan Waring Sayur
Sekianlah artikel Penanganan Pasca Panen Bawang Putih Dengan Waring Sayur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

0 Response to "Penanganan Pasca Panen Bawang Putih Dengan Waring Sayur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel